BBM oh BBM

18 Jun

Beberapa orang merasa bahwa diri merka terlibat perang dunia, padahal mereka sedang berada di atas tempat tidur. Tatkala perang itu usai, yang mereka peroleh adalah luka di pencernaan mereka, tekanan darah tinggi dan penyakit gula. Mereka selalu merasa terlibat dengan semua peristiwa. Mereka marah dengan naiknya harga-harga, ,gusar karena hujan tak segera turun, dan kalang kabut tak karuan karena turunya nilai mata uang. Mereka selalu berada dalam kegelisahan dan kesedihan yang tak berkesudahan.

BBM oh BBM

Bahan Bakar Minyak …

Ya biasa kita sebut dengan BBM, kata kata ini seringkali menghiasi layar televisi, media cetak dan kehidupan kita.hhe

Senin 17 juni 2013 DPR (legislatif) selaku wakil rakyat mengadakan rapat mengenai RAPBN-P yang diajukan oleh pemerintah (eksekutif) untuk dijadikan Undang – Undang dan menjadi landasan pemerintah untuk menaikkan harga BBM , yang katanya jika subsidi BBM tidak dicabut  akan mengakibatkan jurang fiskal (kebangkrutan negara karena pengeluaran lebih besar dari pemasukan).rapat DPR yang diwarnai interupsi digedung DPR oleh beberapa wakil rakyat dan demo besar besaran yang dilakukan oleh parlemen jalanan.

Suasana Gedung DPR dan beberapa titik Demonstrasi di beberapa wilayah menjadi cerminan betapa Demokrasinya Negara kita Indonesia. Semenjak ditinggal lengser Presiden Soeharto negara kita digadang gadangkan menjadi negara Demokrasi. Pada era Reformasi saat ini setiap Kali kita mendengar isu kenaikan harga BBM selalu saja menjadi headline di media massa, dan terjadi demonstrasi.

Ya senin kemarin menjadi hari yang sangat melelahkan bagi yang menlakukan peran sebagai pemerintah (eksekutif),DPR (legislatif), para Demonstran (Mahasiswa,Buruh,dan aktivis LSM), dan tentu saja rakyat yang menonton di layar kaca. Puncaknya terjadi pada malam hari sekitar pukul22.30 wib DPR menyetujui RAPBN-P yang diajukan pemerintah menjadi APBN-P melalui mekanisme Voting (180 vs330 suara).

Disetujuinya RAPBN-P oleh DPR mendapatkan berbagai macam argumen di lingkungan kita, ada yang Pro terhadap kenaikan harga BBM ada yang tidak setuju dengan kenaikan harga BBM. Seperti Tuhan menciptakan Surga-Neraka, Adam-Hawa, Air-Api, Ya dalam setiap kebijakan pasti ada Pro-kontra –nya, apalagi kebijakan tersebut menyangkut hajar hidup orang banyak.

Pemerintah (eksekutif) memiliki argumen yang sangat kuat dengan dicabutnya Subsidi BBM,

Oposisi Pemerintah juga memiliki argumen yang sangat kuat menentang kebijakan Pemerintah,

Demonstran (Mahasiswa, Buruh , Aktivis LSM ,dan Masyarakat) pun juga memiliki argumen menentang kebijakan pemerintah.

Semuanya memilik argumen atau opini yang kuat mengenai setuju tidaknya kenaikan harga BBM.

Ya, semuanya memiliki peranan masing – masing. Mungkin memang sudah ditakdirkan oleh tuhan mengenai kenaikan harga Bahan Bakar minyak disaat suasana politik di Indonesia memanas.

Saya tidak mau membahas apakah pantas harga BBM naik atau tidak, karena argumen saya mengenai itu sudah saya tulis sebelumnya. Yang saya fokuskan dalam tulisan kali ini betapa demokrasinya bangsa kita ini dan semua (eksekutif, legislatif, yudikatif, demonstran, masyarakat) itu memang sudah memilik porsi tersendiri. Dan semoga keputusan yang sudah disetujui oleh DPR dapat ditanggapi oleh pemerintah dengan sigap, masyarakat pun harus menerima dengan lapang dada. Semoga.:)

 

 

 Image

#HARI KEBANGKITAN NASIONAL

20 May

Kebangkitan Nasional adalah Masa dimana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.

Pada tahun 1912 berdirilah Partai Politik pertama di Indonesia (Hindia Belanda), Indische Partij. Pada tahun itu juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (di Solo), KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (di Yogyakarta), Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Boemi Poetra di Magelang. Kebangkitan pergerakan nasional Indonesia bukan berawal dari berdirinya Boedi Oetomo, tapi sebenarnya diawali dengan berdirinya Sarekat Dagang Islam pada tahun 1905 di Pasar Laweyan, Solo. Sarekat ini awalnya berdiri untuk menandingi dominasi pedagang Cina pada waktu itu. Kemudian berkembang menjadi organisasi pergerakan sehingga pada tahun 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam.

Suwardi Suryaningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis “Als ik eens Nederlander was” (“Seandainya aku seorang Belanda”), pada tanggal 20 Juli 1913 yang memprotes keras rencana pemerintah Hindia Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Hindia Belanda. Karena tulisan inilah dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka, tetapi karena “boleh memilih”, keduanya dibuang ke Negeri Belanda. Di sana Suwardi justru belajar ilmu pendidikan dan dr. Tjipto karena sakit dipulangkan ke Hindia Belanda. Saat ini, tanggal berdirinya Boedi Oetomo, 20 Mei, dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Tahun 2013 adalah tahun politik, tahun dimana perkembangan situasi lebih didominasi oleh masalah politik disamping masalah ekonomi, sosial budaya dan keamanan. Akhir-akhir ini kita rasakan munculnya berbagai persoalan yang pada awalnya hanya merupakan masalah yang sangat sederhana, tapi kemudian berkembang menjadi permasalahan yang besar karena dipengaruhi oleh kepentingan politik, yang dampaknya menimbulkan perpecahan antar kelompok masyarakat.

Sebagai negara yang berpenduduk lebih dari 235 juta, dengan berbagai keanekaragaman, sesungguhnya sangat berpotensi menimbulkan perpecahan apabila tidak diimbangi dengan pemahaman dan kesadaran penuh tentang konsep keanekaragaman.

Keaneka ragaman ini sebenarnya merupakan suatu aset bagi Indonesia, karena ia merupakan suatu keindahan dan sekaligus juga menjadi suatu kekuatan. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban kita untuk dapat menjaga dan melestarikannya dari pengaruh buruk yang datang dari masuknya budaya asing ke dalam masyarakat.

Sebagai Negara Demokrasi pengetahuan tentang keaneka ragaman latar belakang dan budaya bangsa perlu untuk diketahui, dipelajari dan dipahami khususnya oleh generasi muda. Upaya – upaya cerdas perlu dilakukan dalam rangka membentuk karakter bangsa yang berkeadaban, mampu bersikap damai di tengah perbedaan, menebarkan benih cinta kasih kepada sesama, serta mengedepankan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kita semua menyadari bahwa untuk membangun bangsa yang kuat diperlukan keteguhan dalam menjaga nilai – nilai budaya yang dapat mempersatukan masyarakat Indonesia yang majemuk. Dengan diikrarkannya Sumpah Pemuda di tahun 1928 hal ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mempunyai komitmen tinggi untuk menjaga nilai nilai budaya bangsanya sebagai bagian dari kehidupannya.

Di era globalisasi saat ini dengan ikut sertanya Indonesia didalam Asean Economic Comunity di tahun 2015, yang berarti kita memasuki era pasar bebas. kita harus memiliki SDM yang berkualitas untuk memaksimalkan SDA yang melimpah di negara kita. Cukup sudah ketidakadilan yang dirasakan rakyat dalam ketidakadilan kebijakan pemerintah, Cukup sudah penderitaan kita sebagai tuan rumah yang tidak berdaya di negri sendiri.

Dalam rangka memperingati HARKITNAS ke-105 Tahun 2013 ini kita ingin agar penghormatan terhadap nilai – nilai demokrasi diatas dasar Pancasila dan UUD 1945 betul-betul dijadikan sebagai pijakan berfikir dan bertindak, baik oleh para pemimpin bangsa, pemimpin politik, maupun oleh berbagai kelompok masyarakat kita. Dengan diperingatinya hari kebangkitan nasional .

SELAMAT MEMPERINGATI HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE -105.

JAYA TERUS INDONESIAKU.!!

 

 Image

#KEBISINGAN MEDIA MASSA

17 May

15 tahun sudah kita sebagai Warga Negara Indonesia menikmati suatu “Reformasi”, yang berhasil kita rebut dari pemerintahan Bpk. Soeharto atau yang dikenal dengan rezim orde baru .runtuhnya rezim orde baru membawa negara kita menuju wajah baru menjadi Negara yang katanya “Demokrasi”. Selama 15 tahun kita menikmati kebebasan yang tidak pernah kita rasakan pada saat era sebelum reformasi seperti : kebebasan berekspresi , kebebasan berpendapat (baik itu kritik maupun saran) , kebebasan pers dan masih banyak kebebasan yang kita rasakan dan membuat  kita semaikin kebabalasan.

Kebebasan pers tidak hanya dinikmati oleh kalangan wartawan , pemeberi informasi dan pemilik frekuensi saja, tapi juga dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Media massa meliputi media cetak (koran dan majalah) dan media elektronik (TV) . Media massa saat ini sangat berpengaruh besar terhadap pola pikir masyarakat Indonesia, terutama Media elektronik yang secara visual lebih menarik daripada media cetak . hal ini dikarenakan Televisi merupakan hiburan sebagian masyarakat Indonesia, Oleh sebab itu para awak media (jurnalis) harus memberikan informasi atau opini yang seobjektif mungkin dan harus berimbang.

Dalam iklim demokrasi kapitalisme Media massa menjadi rebutan para Investor atau kelas kapitalis. Seperti yang telah ditulis oleh Tan Malaka “Supaya dapat mengadakan pemerasan atas kelas bu­ruh yang jumlahnya lebih besar, kelas kapitalis yang jum­lahnya kecil, mempergunakan “senjata gaib”, seperti se­kolah, gereja atau masjid, dan surat kabar, juga perkakas kelas seperti polisi, tentara, penjara, dan justisi. Parlemen, masjid, gereja, sekolah dan surat-surat kabar berdaya upaya menidurkan dan melemahkan hati buruh dengan pendidikan yang banyak mengandung racun. Bila mere­ka tak dapat berlaku seperti itu, dipergunakanlah penja­ra, polisi dan militer”(Aksi Massa 1926 Tan Malaka).jelas sekali media massa dijadikan alat untuk menidurkan dan  melemahkan masyarakat Indonesia dalam artian memberikan opini- opini yang menagakibatkan kebingungan publik.

Memasuki tahun 2013 masyarakat Indonesia disuguhkan banyak sekali konflik yang melibatkan pejabat publik ,publik figur dan tokoh masyarakat  oleh Media massa yang terus menerus memberikan opini kepada masyarakat . mungkin bisa kita ingat – ingat kembali kasus hambalang dan bocornya sprindik yang menimpa mantan ketua Partai Demokrat, sdr Anas Urbaningrum yang mengakibatkan Anas mundur dari jabtan ketua demokrat dan selanjutnya disuksesi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.kemudian kasus bocornya sprindik anas yang akhirnya memberikan teguran keras kepada ketua KPK, selanjutnya kasus suap impor daging sapi yang melibatkan Ahmad Fathanah dan  Mantan presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq, yang juga menyeret kalangan elite partai PKS.  Ditambah lagi hubungan romantisme Ahmad Fathanah dengan banyak wanita cantik terus – terusan diblow up di media massa, yang menurut saya ahmad fathanah ini memang sengaja dikirim untuk menghancurkan partai tersebut. Tak hanya konflik para pejabat yang dimainkan oleh pemilik frekuensi konflik publik figure seperti kasus Raffi ahmad dan dagelan Eyang subur yang terus menerus di putar oleh media massa mengakibatkan kebingungan publik. sudah sangat jelas sekali tujuan penguasa untuk menidurkan dan melemahkan hati masyarakat untuk memiliki pola pikir yang kritis, akibatnya kasus – kasus korupsi (BLBI, Century,dll) yang merugikan negara triliyunan rupiah kita lupakan, kesalahan para elite politik kita lupakan dengan adanya pencitraan yang dibantu oleh media massa.

 

15 tahun sudah kita sebagai Warga Negara Indonesia menikmati”Reformasi”, menikmati kebebasan, jangan sampai kita kebabalasan  menikmatinya. Para jurnalis diharapkan memberikan informasi seobjektif mungkin dan memilah – milah informasi yang akan disuguhkan ke masyarakat. Kita sebagai masyarakat pun harus bersikap kritis jangan sampai kita tertidur dan terlihat lemah didepan sang penguasa Negri ini.kita harus ingat bahwa para penguasa mempergunakan “senjata gaib”, seperti se­kolah, gereja atau masjid, dan surat kabar, juga perkakas kelas seperti polisi, tentara, penjara, dan justisi. Parlemen, masjid, gereja, sekolah dan surat-surat kabar.

 

 Image

#HARDIKNAS

2 May

Baru saja kemarin (Tanggal 1 mei) kita memperingati hari buruh sedunia, hari ini Taanggal 2 mei  ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai hari Pendidikan Nasiona yang bersamaan dengan 50 tahun bergabungnya Irian Barat sebagai NKRI l.dengan memperingati hari pendidikan nasional biasanya daiadakan apel pagi untuk memperingati hari pendidikan Nasional dan sebagai pencerminan diri bagaimana wajah pendidikan Indonesia.

Pendidikan pada hakikatnya berbicara tentang konfigurasi manusia sebagai subjek maupun objek, dimana manusia sebaga implementor dalam hal ini pengajar sekaligus menerima pendidikan. Oleh karena itu pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan manusia.

John Derwy berpendapat bahwa pendidikan adalah proses sosial yang membantu anak dalam menggunakan kemampuan-kemampuanya sendiri dalam mencapai tujuan sosial. Kemudian, Durkheim dengan keyakinanya bahwa pendidikan adalah instrumen pembentuk moral manusia. Bagi Ki Hajar Dewantoro, Pendidikan harus memerdekakan manusia dari ketergantungan kepada orang lain dan bersandar pada kekuatan sendiri. Sementara Bung Karno Presiden Pertama Republik Indonesia mengatakan bahwa pendidiakan merupakan arena untuk mengasah akal dan mengembangkan intelektualitasnya atau renaissance peadagogie .sedangkan menurut Tan Malaka sebagai seorang Marxis dan menganut Ideologi kritis meyakini bahwa pendidikan dijadikan sebagai alat untuk mengubah struktur yang fundamental (kaum tertindas) dan mentransformasikan keatidakadilan sosial yang terjadi di masyarakat dan perlawanan praktik imperialis dan kapitalis melalui pendidikan, saat itu dengan didirikanya Sekolah Sarekat Islam.Oleh karena itu Pendidkan bisa dikatakan bisa dijadikan suatu “kunci: kebangkitan suatu negara, misalnya yang terjadi di : India, Filipina, maupun Indonesia

Selama 350 tahun Indonesia dijajah oleh bangsa asing, Belanda saat intu melakukan penjajahan dengan Monopoli dalam semua bidang, Poltik, Ekonomi, Pendidikan. tak ayal pada saat itu Indonesia dalam  dimensi  yang sangat suram. Karena secara politik kedudukan kita tidak diakui secara internasional, Ekonomi kita di Monpoli oleh para “bajingan” yang rakus, tuan rumah dijadikan pekerja kasar, kesejahteraan kita sangat memprihatinkan, kita pun tidak diberikan pendidikan yang layak oleh Belanda. Karena Belanda sangat mengerti bahwa Pendidikan merupakan salah satu kunci kemerdekaan suatu bangsa.

300 tahun lebih indonesia di jajah oleh negri “kecil” yang “rakus” membuat pemuda yang mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan dari hindia belanda sampai melanjutkan pendidikan ke luar negri melahirkan tokoh tokoh besar sekaliber Tan Malaka, Ir. Soekarno , Drs. Mohammad Hatta, dll. prihatin terhadap negara kelahiranya, para pemuda tersebut mencetuskan Sumpah Pemuda dan pada akhirnya para pemuda terpelajar itu menjadi motor penggerak kemerdekaan.

Secara kontemplatif, beberapa pandangan dari para tokoh pendidkan kritis tersebut harus kita akui terjadi dalam dinamika pendidikan Indonesia saat ini. Menurut Ainnurrafiq Dawam, Pendidikan di Indonesia baik tingkat dasar sampai perguruan tinggi cenderung pada hegemoni birokrasi (negara).

Sejalan dengan perkembangan peradaban manusia, dunia Pendidikan kita mengikuti arus zaman. Transformasi ini dapat dilihat dalam bentuk fisik, kurikulum,mata pelajaran, bahkan jenis-jenis sekolah yang disetarakan. Pada tahap makro pendidikan di Indonesia dijadikan alat komersialisasi  yang sudah mulai memasuki tahap kapitalisme. Dampak signifikan dari kapitalisme pendidikan adalah terciptanya sistem statifikasi sekolah. Sekolah dibagi berdasarkan tingkat kemampuan ekonomi. bagi merkea yang berekonomi rendah biasanya mendapatkan fasilitas yang rendah pula dan sebaliknya. Bentuk lain dari starifikasi itu dapat kita lihat juga dalam pelabelan sekolah seperti unggulan wilayah, unggulan nasional, rintisan sekolah bertaraf nasional, sekolah bertaraf internasional dan sebagainya.tak hanya terjadi dalam level sekolah, di level perguruan tinggi, adanya Badan Akreditasi Nasional (BAN) PT sebagai standarisasai penilaian Perguruan Tinggi pun akibat dari pengaruh kapitalisme.

Dengan adanya pelabelan sekolah seperti yang sudah diuraikan diatas, memberi indikasi kuat bahwa pendidikan di Indonesia sudah menganut sistem kapitalis dimana menciptakan kelas –kelas sosial yang mengakibatkan ketimpangan sosial. Ketidakadilan pendidikan juga sangat jelas, bahwa pendidikan Indonesia pun tidak merata keseluruh pelosok negri. Masih banyak warga negara yang tidak bisa baca tulis, infrastruktur sekolah yang tidak merata .

Masihkah kita ingat kasus Tasripin yang membuat Presiden SBY terteguh hatinya via sosisal media, menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia sangat memperhatikan sekali . belum lagi soal kesejahteraan guru horoner .Berbeda sekali seperti yang ditulis dalam Undang-Undang negara bahwa pendidikan warga Negara Indonesia dijamin oleh Pemerintah.

Sungguh ironis sekali pendidkan saat ini, apalagi beberpa minggu yang lalu terjadi hal yang sangat memalukan. Tidak profesionalnya pelaksanaaan Ujian Akhir Nasional untuk siswa –siswi SMA dan SMP  yang mengakibatkan molornya Ujian di 11 provinsi yang sudah dibahas sebelumnya.

Dengan cerminan yang seperti uraian diatas  kita memperingati hari pendidikan Nasional dengan keprihatinan. Marilah kita semua meninstropeksi diri kita masing – masing. Saya sangat bangga dengan Indonesia, tetapi takut jika Negara kita menjadi Negara yang gagal..Dalam benak hati saya, timbul banyak pertanyaan:

  1. Apakah bangsa kita benar benar merdeka ?
  2. Apakah bangsa kita bisa menjaga NKRI dengan ketidakadilan merajalela?
  3. Apakah kita siap meghadapi pasar bebas ASEAN (Asean Economic Comunity) di tahun 2015?
  4. Dengan kondisi bangsa yang dianugrahi bonus demografi (pertumbuhan jumlah penduduk)  oleh ALLAH SWT, apakah kita bisa memanfaatkan bonus tersebut untuk meraih kejayaan kita, atau justru kita hancur dalam perang saudara?

Semua jawaban dari pertanyaan itu hanya kita Warga Negara Indonesia lah yang bisa menentukan jalanya, kita mau mengambil jalan yang mana?

Sebagai Mahasiswa yang juga stakeholder pendidikan di Indonesia, saya sangat berharap fungsi dari Pendidikan itu sendiri. Pendidikan tidak hanya di sekolah formal, tetapi di luar sekolah kita harus terus belajar. Karena sekolah formal bagaikan “sarapan pagi” saja, justru di luar sekolah kita mendapatkan “makan siang” dan “makan malam” . faktor lingkungan masyarakat dan  keluarga lah yang sangat mempengaruhi pola pikir kita.disinilah peranan keluarga sangat vital dibutuhkan.

# SELAMAT HARI PENDIDKAN NASIONAL

MERDEKA

Semoga KITA SELALU DALAM Lindungan ALLAH SWT. Amin

 

 

 Image

potret Pendidikan Indonesia

22 Apr

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan akhir akhir ini sangat sering diperbincangkan dalam diskusi di banyak media, baik itu Media Televisi , Media Cetak maupun Media Online. Hal ini dikarenakan banyak sekali Pro-Kontra kebijakan pemerintah. Dimulai dari  komersialisasi Pendidikan dengan adanya RSBI dan mahalnya biaya masuk kuliah) , perubahan kurikulum di tahun ajaran 2013 oleh Kementrian Pendidikan, dan  kerja yang tidak  Becus mengenai persiapan Ujian Akhir Nasional yang menyebabkan molornya jadwalnya Ujian Akhir Nasional  di 11 provinsi di Indonesia .(mohon maaf Bpk. M. Nuh selaku Mentri Pendidikan dan Kebudayaan  jika saya memakai kata  tidak becus, karena secara langsung atau tidak langsung bapak sebagai pimpinan tertinggi di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan harus bertanggung jawab).

Penundaan Ujian akhir Nasional di 11 provinsi menjadi berita utama di media massa dan menarik perhatian presiden SBY untuk menginstruksikan dilakukanya investigasi terhadap persoalan yang ada. Kegagalan Ujian Nasional yang dilaksanakan secara serentak di Nusantara sangatlah mengecewakan stakeholder Pendidikan di Indonesia terutama stakeholder yang berada di 11 provinsi. Kegagalan pemerintah dalam menyelenggarakn Ujian Nasional secara serentak dan berkualitas merupakan cerminan pendidikan di Indonesia saat ini. Sangat disayangkan Pendidikan yang yang selama ini bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa  demi meningkatkan mutu Sumber daya Manusia tidak bisa tercapai dikarenakan kesalahan “Oknum” di Kementrian.

Ujian Akhir Nasional yang sering kita singkat dengan nama “UAN” merupakan suatu proses penilaian keberhasilan siswa –siswi yang sudah menginjak kelas akhir dalam jenjang SD, SMP , dan SMA. UAN sering kali menjadi momok bagi para peserta Ujian. Adanya UAN di kurikulum pendidikan sering dianggap oleh masyarakat sangat tidak adil, dikaranan  penilaian akhir  keberhasilan siswa –siswi ditentukan hanya dalam UAN yang diselenggarakan  beberapa hari saja, sedangkan siswa –siswi sudah menempuh beberapa 6 tahun untuk SD, 3 tahun untuk SMP dan SMA untuk belajar dan lulus.

Kegagalan pelaksanaan Ujian Akhir Nasional dengan ditundanya UAN di 11 provinsi sangat mencederai pendidikan di Indonesia. dalam pelaksanaan nya banyak sekali praktek kecurangan yang dilakukan oleh stakeholder pendidikan kit,  seperti praktek jual beli soal maupun kunci jawaban Ujian Akhir Nasional, Aksi contek mencontek siswa – siswi saat Ujian berlangsung, Ada beberapa oknum guru yang memperbolehkan atau membantu mahasiswa dalam menjawab Ujian dikarenakan ingin  tingkat kelulusan di sekolahnya tinggi. Hal ini patut kita pertanyakan, tujun awal pendidikan  itu apa?  

walaupun kritikan terhadap Ujian Akhir Nasional terus dilayangkan dan Mahkamah Agung telah memenangi gugatan masyarakat lewat gugatan cittizen lawsuit soal penyelanggaran UAN pada 2009, pemerintah tetap melaksanakan Ujain Akhir Nasional dengan alasana kebutuhan standarisasi.  Sebenarnya Kemendikbud sudah menerima kenyataan ini dan memutuskan Ujian akhir Nasional bukan satu-satunya penentuan kelulusan, namun upaya sosialisasi dan pelatihan di tingkat sekolah masih perlu ditingkatkan. Agar sekolah –sekolah mempunyai kepercayaan diri dan kompetensi untuk mengembangkan bentuk – bentuk penilaian yang lain guna melengkapi ujian nasional dan suatu saat nanti bahkan tidak lagi membutuhkan ujian akhir nasioanl sebagai penilaian standar.

mungkin, kita harus membaca lagi buku sejarah seperti halnya tulisan “Tan Malaka”

Dalam tulisanya Tan Malaka pernah menegaskan TIGA TUJUAN pendidikan dan kerakyatan sebagai berikut :

1. Pendidikan ketrampilan/Ilmu Pengetahuan seperti : berhitung, menulis, ilmu bumi, bahasa dsb. Sebagai bekal dalam penghidupan nanti dalam masyarakat KEMODALAN.
2. Pendidikan bergaul/berorganisasi serta berdemokrasi untuk mengembangkan kepribadian yang tangguh, kepercayaan pada diri sendiri, harga diri dan cinta kepada rakyat miskin.
3. Pendidikan untuk selalu berorientasi ke bawah.

“Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan”

Image

Ketidakadilan subsidi BBM

22 Apr

Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak akhir – akhir ini sering kita dengar di bebagai media, baik itu media telivisi, cetak, maupun media online. Harga Bahan Bakar Minyak yang sering kita sebut dengan “BBM” ini sangat tergantung dengan harga minyak Dunia. Harga minyak Di Indonesia saat ini Rp 4.500 per liter sangat jauh sekali dibandingkan dengan harga minyak di beberapa negara berkembang lainya .akhir akhir ini pemerintah memberikan sinyal melalui kementrian ESDM yang diwawancarai oleh Metro TV, seakan membuat “Deal” kepada masyarakat melalui media televisi bahwa Pemerintah akan mengurangi subsidi BBM yang selama ini kita nikmati. Dengan menerappkan harga premium pada kisaran Rp. 6.500 per liter untuk pengguna mobil pribadi, sementara pengguna sepedah motor, nelayan dan angkutan umum tidak mengalami pengurangan subsidi atau harganya tetap Rp.4.500 per liter.

Dengan harga keekonomian premium menurut hitungan pemerintah Rp. 9.500 per liter, maka selama ini kita menikmati subsidi Rp.5.000 per liter. Subsidi BBM yang per liternya sebesar Rp.5.000 ini sangatlah menguras APBN dari pemerintah sendiri. Pemerintah juga menjelaskan, nantinya akan ada dua jenis SPBU yaitu SPBU yang menjual khusus premium untuk mobil pribadi, lalu menjual premium untuk Sepedah motor dan ankutan umum. Cara ini dianggap lebih memudahkan mekanisme pengawasanya dibandingkan SPBU yang sama melayani premium untuk mobil pribadi, sepedah motor maupun angkutan umum.

Selama ini kebijakan mengurangi subsidi BBM atau menaikkan harga sangat dihindari oleh pemerintah, karena kenaikan harga BBM sangat sensitif sekali di telinga masyarakat, masyarakat sangat takut akan terjadinya inflasi atau kenaikan harga atau inflasi komoditas di pasar. Masyarakat , sehingga mengakibatkan ketakutan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Hal ini sangat mempengaruhi citra pemerintah maupun partai penguasa.bisa dikatakan kebijakan menaikkan atau menurunkan harag menjadi barang dagangan dalam iklan partai politik.

Kebijakan pemerintah mengurangi Subsidi BBM yang selama ini kita terima sangatlah tepat, dikarenakan tujuan awal pemerintah memberikan subsidi BBM untuk meringankan beban masyarakat “Menengah kebawah”, tetapi implementasi di lapangan Subsidi tidak tepat sasaran. Ketidakadilan antar kelas ekonomi ini sudah sangat nyata. Data hasil survei konsorsium perguruan tinggi yang ditugaskan Bappenas seputar  distribusi pengguna BBM bersubsdi tahun 2010 dan 2011 menunjukkan,  sektiar 80% BBM bersubsidi dinikmati oleh orang mampu dan oleh 90% masyarakat yang tinggal di perkotaan. Dari salah satu makalah pejabat Kementerian ESDM menunjukkan 94% pengguna BBM bersubsidi adalah kendaraan pribadi, hanya 4% kendaraan, umum 2% kendaraan barang.

Dengan subsidi dan harga yang ada sekarang, jika pemilik mobil menggunakan BBM 20 liter/hari maka menerima subsidi sekitar Rp100.000 atau Rp25 juta/tahun. Sementara pajak kendaraan yang dibayar hanya sekitar Rp3–7 juta/tahun. Rakyat yang tidak memiliki kendaraan tidak menikmati hal tersebut. Subsidi hanya dinikmati  sebagian besar pemilik kendaraan pribadi yang jumlahnya sekitar 10 juta orang.

Ketidakadilan antar daerah terjadi karena kuota BBM bersubsidi ditentukan oleh banyaknya kendaraan yang berada di daerah tersebut. Artinya, makin banyak orang kaya di suatu daerah makin besar subsidi BBM yang diterima. bayangkan subsidi energi tahun 2013  sekitar Rp300 trilliun sebenarnya cukup untuk membangun 30.000 km rel kereta api, atau 30.000 km jalan Negara 4 jalur (tidak termasuk tanah), atau 6.000 km jalan tol, atau membangun pembangkit listrik tenaga uap sebesar 20.000 MW, atau sekitar 30 – 40 Bandara sekelas Bandara di Makassar. Semua alternatif infrastruktur publik tersebut ‘dikorbankan’ demi memenuhi subsidi BBM untuk orang mampu.

Kenaikan harga BBM untuk kendaraan pribadi harus diimbangi dengan sosialisasi yang dilakukan secara intensif oleh pemerintah bekerjasama dengan PT.Pertamina untuk menghindari kekisruhan dalam penerapan kebijakan pemerintah ini. Selain itu pemerintah harus lebih bijak lagi dalam mendistribusikan sisa subsisidi energi, bisa dialihkan untuk :

  1. Pembangunan Infrastruktur jalan, Infrastruktur jalan sangat berpengaruh dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi negri
  2. kesejahteraan rakyat seperti : menekan angka kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat
  3. pembangunan daerah tertinggal, lebih difokuskan di “luar Jawa”, karena selama ini pemerintah terlalu fokus membangun di daerah “Jawa”. Ketidak adilan seperti inilah yang menyebabkan konflik verrikal maupun horizontal di luar pulau jawa.

Saya pikir pemerintah harus segera menentukan atau mengambil kebijakan anatara menaikkan atau merelakan subsidi yang tidak tepat sasaran, karana pemerintah sudah “deal: dengan media yang membuat masyarakat bingung karean kurang tegasnya pemerintah.

 

 Image

Aside 22 Apr

Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak akhir – akhir ini sering kita dengar di bebagai media, baik itu media telivisi, cetak, maupun media online. Harga Bahan Bakar Minyak yang sering kita sebut dengan “BBM” ini sangat tergantung dengan harga minyak Dunia. Harga minyak Di Indonesia saat ini Rp 4.500 per liter sangat jauh sekali dibandingkan dengan harga minyak di beberapa negara berkembang lainya .akhir akhir ini pemerintah memberikan sinyal melalui kementrian ESDM yang diwawancarai oleh Metro TV, seakan membuat “Deal” kepada masyarakat melalui media televisi bahwa Pemerintah akan mengurangi subsidi BBM yang selama ini kita nikmati. Dengan menerappkan harga premium pada kisaran Rp. 6.500 per liter untuk pengguna mobil pribadi, sementara pengguna sepedah motor, nelayan dan angkutan umum tidak mengalami pengurangan subsidi atau harganya tetap Rp.4.500 per liter.

Dengan harga keekonomian premium menurut hitungan pemerintah Rp. 9.500 per liter, maka selama ini kita menikmati subsidi Rp.5.000 per liter. Subsidi BBM yang per liternya sebesar Rp.5.000 ini sangatlah menguras APBN dari pemerintah sendiri. Pemerintah juga menjelaskan, nantinya akan ada dua jenis SPBU yaitu SPBU yang menjual khusus premium untuk mobil pribadi, lalu menjual premium untuk Sepedah motor dan ankutan umum. Cara ini dianggap lebih memudahkan mekanisme pengawasanya dibandingkan SPBU yang sama melayani premium untuk mobil pribadi, sepedah motor maupun angkutan umum.

Selama ini kebijakan mengurangi subsidi BBM atau menaikkan harga sangat dihindari oleh pemerintah, karena kenaikan harga BBM sangat sensitif sekali di telinga masyarakat, masyarakat sangat takut akan terjadinya inflasi atau kenaikan harga atau inflasi komoditas di pasar. Masyarakat , sehingga mengakibatkan ketakutan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Hal ini sangat mempengaruhi citra pemerintah maupun partai penguasa.bisa dikatakan kebijakan menaikkan atau menurunkan harag menjadi barang dagangan dalam iklan partai politik.

Kebijakan pemerintah mengurangi Subsidi BBM yang selama ini kita terima sangatlah tepat, dikarenakan tujuan awal pemerintah memberikan subsidi BBM untuk meringankan beban masyarakat “Menengah kebawah”, tetapi implementasi di lapangan Subsidi tidak tepat sasaran. Ketidakadilan antar kelas ekonomi ini sudah sangat nyata. Data hasil survei konsorsium perguruan tinggi yang ditugaskan Bappenas seputar  distribusi pengguna BBM bersubsdi tahun 2010 dan 2011 menunjukkan,  sektiar 80% BBM bersubsidi dinikmati oleh orang mampu dan oleh 90% masyarakat yang tinggal di perkotaan. Dari salah satu makalah pejabat Kementerian ESDM menunjukkan 94% pengguna BBM bersubsidi adalah kendaraan pribadi, hanya 4% kendaraan, umum 2% kendaraan barang.

Dengan subsidi dan harga yang ada sekarang, jika pemilik mobil menggunakan BBM 20 liter/hari maka menerima subsidi sekitar Rp100.000 atau Rp25 juta/tahun. Sementara pajak kendaraan yang dibayar hanya sekitar Rp3–7 juta/tahun. Rakyat yang tidak memiliki kendaraan tidak menikmati hal tersebut. Subsidi hanya dinikmati  sebagian besar pemilik kendaraan pribadi yang jumlahnya sekitar 10 juta orang.

Ketidakadilan antar daerah terjadi karena kuota BBM bersubsidi ditentukan oleh banyaknya kendaraan yang berada di daerah tersebut. Artinya, makin banyak orang kaya di suatu daerah makin besar subsidi BBM yang diterima. bayangkan subsidi energi tahun 2013  sekitar Rp300 trilliun sebenarnya cukup untuk membangun 30.000 km rel kereta api, atau 30.000 km jalan Negara 4 jalur (tidak termasuk tanah), atau 6.000 km jalan tol, atau membangun pembangkit listrik tenaga uap sebesar 20.000 MW, atau sekitar 30 – 40 Bandara sekelas Bandara di Makassar. Semua alternatif infrastruktur publik tersebut ‘dikorbankan’ demi memenuhi subsidi BBM untuk orang mampu.

Kenaikan harga BBM untuk kendaraan pribadi harus diimbangi dengan sosialisasi yang dilakukan secara intensif oleh pemerintah bekerjasama dengan PT.Pertamina untuk menghindari kekisruhan dalam penerapan kebijakan pemerintah ini. Selain itu pemerintah harus lebih bijak lagi dalam mendistribusikan sisa subsisidi energi, bisa dialihkan untuk :

  1. Pembangunan Infrastruktur jalan, Infrastruktur jalan sangat berpengaruh dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi negri
  2. kesejahteraan rakyat seperti : menekan angka kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat
  3. pembangunan daerah tertinggal, lebih difokuskan di “luar Jawa”, karena selama ini pemerintah terlalu fokus membangun di daerah “Jawa”. Ketidak adilan seperti inilah yang menyebabkan konflik verrikal maupun horizontal di luar pulau jawa.

Saya pikir pemerintah harus segera menentukan atau mengambil kebijakan anatara menaikkan atau merelakan subsidi yang tidak tepat sasaran, karana pemerintah sudah “deal: dengan media yang membuat masyarakat bingung karean kurang tegasnya pemerintah.

 

 Image

SPP PROGRESIF UB

3 Aug

SPP PROGRESIF ?????

Image

Aksi mahasiswa galang tanda tangan tolak SPP Progresif

SPP PROGRESIF ?????

Ya dalam dua minggu ini saya sangat sering mendengarkan Pro-Kontra dari kawan kawan Mahasiswa maupun Civitas Dosen secara langsung ataupun dari sosial media  di Univ. Brawijaya baik itu dalam lingkup, jurusan, Fakultas maupun Universitas.

Dari banyak Pro-Kontra mengenai Spp progresif memang benear dari Pihak Rektorat UB sudah menuliskan mengenai Spp Progresif di Buku Pedoman Universitas Brawijaya 2007 – 2008, http://oldsite.ub.ac.id/id/9_publication/bppub/bab4.php seperti di bawah ini :

D.Ketentuan Pembayaran Biaya Studi

MahasiswaBaru

Setiap mahasiswa baru yang diterima di Universitas Brawijaya wajib membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), Sumbangan Pengembangan dan Fasilitas Pendidikan (SPFP), Dana Bantuan Praktikum (DBP) dan biaya lain-lain yang besarnya ditetapkan dengan SK Rektor. Pembayaran biaya tersebut pada saat registrasi administrasi, di mana SPP dapat dibayarkan sekaligus dalam satu tahun atau dua tahap pada setiap awal semester ganjil dan genap. Sedangkan biaya SPFP dan biaya lain-lain dibayar satu kali selama menjadi mahasiswa dan dibayar seluruhnya pada saat kegiatan registrasi administrasi mahasiswa baru.

Mahasiswa Lama

  1. Setiap mahasiswa yang melakukan herregistrasi administrasi diwajibkan membayar SPP yang dapat dibayar sekaligus dalam satu tahun atau dua tahap pada setiap awal semester ganjil dan genap.
  2. Bagi mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang selama 1 atau 2 semester tanpa seijin Rektor, tetap diwajibkan untuk membayar SPP selama yang bersangkutan tidak aktif dan pembayaran dilakukan pada saat herregistrasi di mana yang bersangkutan akan aktif kuliah kembali dengan mengajukan permohonan aktif kembali.
  3. Jika mahasiswa memperoleh ijin Rektor untuk cuti akademik maka yang bersangkutan dibebaskan dari kewajiban membayar SPP selama menjalani cuti akademik tersebut.
  4. SPP Progresif akan dikenakan kepada mahasiswa apabila :
    1. Mahasiswa program diploma yang melampaui masa studi tiga tahun, maka besarnya SPP (100 + 15) % pada tahun ke-empat dan (100 + 30) % pada tahun ke-lima.
    2. Mahasiswa program sarjana yang melampaui masa studi empat tahun, maka besarnya SPP (100 + 15) % pada tahun ke-lima, (100 + 30) % pada tahun ke-enam dan (100 + 45) % pada tahun ke-tujuh.
    3. Mahasiswa alih program yang melampaui masa studi tiga tahun, maka besarnya SPP (100 + 30) % pada tahun ke-empat.   
  5. Besarnya SPP ditentukan dengan SK Rektor.

Ada beberapa argumen Menurut beberapa orang yang mengeluh mengenai kebijakan rektorat tentang Spp Progresif, diantaranya ialah :

1.      Tidak ada sosialisai lanjutan mengenai Spp Progresif yang sudah tertulis di buku pedoman Universitas brawijaya

2.      Kebijakan Spp Progresif sudah dibuat semenjak angkatan 2007, akan tetapi mengapa baru sekarang di aplikasikanya dan tanpa ada sosialisasi lanjutan kepada Mahsiswa

3.      Spp Progresif sangat merugikan Mahasiswa yang tidak mampu, karena dilain sisi SPP yang semakin tahun semakin mahal.

4.      Aliran dana Spp Progresif tidak masuk dulu ke DIKTI, tetapi masuk langsung ke Universitas.

5.      Mahasiswa dituntun lulus 4 tahun tetapi kurikulum dan fasilitas di beberapa fakultas tidak mendukung untuk lulus 4 tahun.

ya itu tadi mungkin sedikit alasan dari pihak yang kontra mengenai Spp Progresif, seperti biasanya didalam suatu kebijakan itu paasti ada yang Pro dan Kontra. La berikut ini kicauan dari beberapa orang yang kontra terhadap kebijakan ini:

1.      Spp Progresif memotivasi kita untuk lulus 4 tahun

2.      Dengan adanya Spp Progresif, Mahasiswa Semakin banyak yang lulus 4 tahun dan Akreditasi Jurusan-Fakultas-Universitas menjadi bagus.

3.      Staff kemndiknas juga mendukung adanya Spp progresif ini, karena Spp yang biasa kita bayar itu ternyata sudah disubsidi oleh pemerintah. Sehingga jika adanya spp progresif itu bisa membuat mahasiswa terpacu untuk lulus cepat,

(http://surabaya.tribunnews.com/2012/08/01/staf-khusus-kemendiknas-setuju-spp pogresif-ub)

 

Ya itu tadi beberapa info yang saya dapat dan dengar dari beberapa sumber, tapi menurut saya Spp Progresif ini statusnya sangat rumit. Bisa dibilang merugikan mahasiswa, tapi juga bisa dibilang memotivasi mahasiswa untuk cepat lulus. Solusi konkret saya :

1.      Biaya Spp jangan terlalu mahal ada batasan maksimal yang ditentukan oleh pemerintah kepada orang yang mampu,karena bagaimanapun juga pendidikan warga negara indonesia merupakan tanggung jawab Pemerintah.

2.      Sarana prasarana dalam bentuk fasilitas yang diterima oleh mahasiswa harus sesuai dengan jumlah SPP yang dibayarkan.

3.      Sistem Kurikulum yang mendukung untuk Lulus 4 tahun.

4.      Kemahasiswaan-Jurusan-Fakultas-Universitas harus bersinergi untuk menciptakan suasana akademis yang baik untuk mendukung lulusan 4 tahun.

5.      SPP Progresif diaplikasikan mulai maba 2012 dan harus ada sosialisasi lanjutan.

 pesan saya untuk kawan kawan kemahasiswaan, permasalahan akademis ini harus kita selesaikan dengan cara akademis juga. biar terkesan mahasiswa itu merupakan kaum yg intelek.

Ya ini sedikit tulisan dari saya, mohon maaf kalau ada kesalahan.:)

 

“Civilfiesta 2012”

23 Jul

Program kerja Civilfiesta 2012 yang direncanak HImpunan periode 2012-2013 terilhami oleh kegiatan Civilfiesta yang di gagas pada tahun 2000 an sampai tahun 2010 waktu itu kepengurusannya Mas Surya (2006) merupakan kegiatan tahunan atau acara ciri khas HMS FTUB. civilfiesta sendiri sempat vakum dalam 2 periode kepengurusan sebelum kepengurusan periode 2012-2013 dikarenakan berbagai macam pertimbangan .

Civilfiesta digagas oleh pengurus inti HMS periode 2012-2013. dengan dengan banyak pertimbangan pun akhirnya kegiatan civilfiesta 2012 ini disetujui oleh pengurus inti HMS periode 2012-2013. dan dibuatnya konsep kasar kegiatan Civilfiesta 2012,  setelah itu terpilihnya sdr Pradipta yang biasa dipanggil gede dari angkatan 2010 sebagai ketua pelaksana kegiatan civilfiesta dan di wakili oleh Sdr Irawan Rahmatullah yang juga dari angkatan 2010.

Acara Civilfiesta 2012 ini terdiri dari bebragai macam kegiatan, yaitu kegiatan akademis dan non akademis. untuk detail kegiatanya :

1. Seminar Ketekniksipilan

2. Seminar Umum

3. Lomba Jembatan antar SMA

Lomba Basket antar Fakultas di UB

5. Festival Band

6. Pengabdian Masyarakat

7. lomba fotografi

dalam semua kebijakan yang diambil pasti ada nilai positif maupun negatif, ini merupakan kebijakan HMS periode 2012-2013 , dan kegiatan ini bertujuan untuk :

1.   Menunjukkan eksistensi mahasiswa Teknik Sipil Universitas Brawijaya Malang kepada masyarakat luas.

2.  Sebagai upaya untuk menjalin kebersamaan dan tali persahabatan antara dunia mahasiswa, pelajar dan masyarakat.

3.      Memotivasi mahasiswa untuk memiliki sifat  kreatif dan mandiri

4. Sebagai sarana untuk memberikan pengabdian terhadap masyarakat, serta implementasi dari Tri Darma perguruan tinggi

dalam setiap kegiatan kami sangat membutuhkan dukungan moral maupun doa dari semua elemen KBMS . baikitu alumni, senior,dosen dan semua angkatan aktif.

mohon doanya untuk semua kegiatan kami.

TANAH AIR JALAN SIPIL.

BAJA BETON JIWA SIPIL.

dengan banyak pertimbangan pun akhirnya kegiatan civilfiesta 2012 ini disetujui oleh pengurus inti HMS periode 2012-2013.

Image

Himpunan Mahasiswa Sipil UB periode 2012-2013

23 Jul

Himpunan Mahasiswa Sipil periode 2012-2013 yang diketuai oleh Sdr. Faris Haqqul Anwar mempunyai kebijakan baru dalam satu periode kedepan ini. perbedaan yang mencolok dari Himpunan Mahasiswa Sipil Tahun lalu adalah jumlah departemen yang ada . yang dulu ada 7 departemen sekarang menjadi 6 departemen.  ketua HMS ini langsung menunjuk Sdr. Rahmad Reza B sebagai Sekum , Ragil Purnamasari sebagai Bendum dan beberpa jajranya.yaitu :

-Departemen Internal deiketuai (sdr. Dieng Permana),

-Departemen Eksternal diketuai (sdr. Denny Angga P)

-Departeme PSDM diketuai (Sdr. Agung Wardana)

-Departemen Minat Bakat diketuai (Sdr. Dedy Dwi Setyawan)

-Departemen Kewirausahaan diketuai (Sdr. Agustinus Vino)

-Departemen Akademis diketuai (Sdr. Maulana Derry I)

This slideshow requires JavaScript.

dalam Himpunan Periode ini Club Amera yang dulunya berada di luar Struktur HMS, tahun ini dileburkan dalam departemen internal, sedangkan LPM Struktur yang dulunya sempat vakum dan mulai terbit di kepengurusan periode 2011-2012 dileburkan dalam Departemen Minat Bakat.

Himpunan Periode ini sangat terbantu oleh kinerja Himpunan peride sebelumnya, karena pada Himpunan Periode ini hanya melanjutkan dan mengembangkan saja . Himpunan mempunyai Program Unggulan seperti :

– peningkatan Suasana Akademis (dengan diadakanya Kuliah tamu, Pemutaran film ketekniksipilan dan Seminar)

-administrasi yang dulunya berantakn mulai diperbaiki dengan adanya Div. Sapra yang menjaga invetaris HMS sekaligus menjadi admin HMS

-kebijakan keuangan yang dikelola oleh Bendum HMS dengan angaran utama dari IOM, Dekanat, dan Fakultas dengan berkoordinasi dengan LSO.

-melakukan Rapat Kelembagaan tiap Bulanya

-Civilfiesta 2012

-PROBINMABA 2012

-Forum KBMS membahs mengenai UJM

-penerbitan Majalah STRUKTUR

-KJI & KBGI

selain dari yang disebutkan, tentunya lebih dari 30 Proker Departemen  yang harus dijalnkan.

tetnunya Program Kerja yang direncanakan oleh HMS peride 2012-2013 akan berjalan lancar dengan adanya Bantuan dan dukungan moral semua elemen KBMS FTUB.

TANAH AIR JALAN SIPIL .

BAJA BETON JIWA SIPIL.